Interaksi Sosial Asosiatif
-> adalah bentuk interaksi sosial yang menghasilkan kerja sama. Pembagiannya :
1. Kerja sama (cooperation)
-> bentuk utama dari proses interaksi sosial karena pada dasarnya interaksi sosial yang dilakukan oleh seseorang bertujuan untuk memenuhi kepentingan atau kebutuhan bersama. 4 macam kerjasama :
- Kerja sama spontan (spontaneous cooperation)
-> kerjasama yang timbul secara spontan.
- Kerja sama langsung (directed cooperation)
-> kerjasama karena adanya perintah atasan/penguasa.
- Kerja sama kontrak (contractual cooperation)
-> kerjasama yang berlangsung atas dasar ketentuan tertentu yang disetujui dalam jangka waktu tertentu.
- Kerja sama tradisional (traditional cooperation)
-> kerjasama karena sistem tradisi yang kondusif.
2. Akomodasi (accomodation)
-> proses penyesuaian sosial dalam interaksi antarindividu dan antarkelompok untuk meredakan pertentangan.
Tujuan akomodasi :
- mengurangi perbedaan pandangan, pertentangan politik, atau permusuhan antarsuku atau antarnegara.
- mencegah terjadinya ledakan konflik yang mengarah pada benturan fisik.
- mengupayakan terjadinya akomodasi di antara masyarakat yang dipisahkan oleh sistem kelas atau kasta.
- mengupayakan terjadinya proses pembauran atau asimilasi di antara kelompok kesukuan atau ras.
3. Asimilasi (assimilation)
-> proses ke arah peleburan kebudayaan sehingga masing-masing pihak merasakan adanya kebudayaan tunggal sebagai milik bersama.
4. Akulturasi (acculturation)
-> proses sosial yang timbul akibat suatu kebudayaan menerima unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan sendiri.
Interaksi Sosial Disosiatif
-> adalah bentuk interaksi sosial yang menghasilkan perpecahan. Pembagiannya :
1. Persaingan (competition)
-> perjuangan yang dilakukan perorangan atau kelompok sosial tertentu agar memperoleh kemenangan atau hasil secara kompetitif, tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik.
2. Kontraversi
-> bentuk proses sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan atau konflik.
Bentuk-bentuk kontraversi :
- kontraversi umum : penolakan, keengganan, pengacauan rencana, & kekerasan.
- kontraversi sederhana : memaki, mencerca, memfitnah, & menyangkal pihak lain.
- kontraversi intensif : penghasutan, penyebaran desas-desus, & mengecewakan pihak lain.
- kontraversi rahasia : mengumumkan rahasia pihak lain & berkhianat.
- kontraversi taktis : intimidasi, provokasi, & membingungkan pihak lawan.
3. Pertentangan / Konflik Sosial
-> proses sosial antarperorangan atau kelompok masyarakat tertentu akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan yang sangat mendasar sehingga menimbulkan adanya semacam jurang pemisah diantara mereka.
Showing posts with label Sosiologi. Show all posts
Showing posts with label Sosiologi. Show all posts
Thursday, February 14, 2013
Jenis - jenis Interaksi Sosial
1. Interaksi antara individu dan individu
Individu yang satu memberikan pengaruh , rangsangan \ Stimulus kepada individu lainnya .
Contoh : berjabat tangan , saling menegur , bercakap – cakap \ mungkin bertengkar .
2. Interaksi antara individu dan kelompok
Bentuk interaksi antara individu dengan kelompok :
Ini menunjukkan kepentingan individu berhadapan dengan kepentingan kelompok .
Contoh: Seorang guru sedang mengajar didepan muridnya .
3. Interaksi antara kelompok dan kelompok
Ini berhubungan dengan kepentingan individu dalam kelompok lain .
Contoh : Satu Kesebelasan Sepak Bola bertanding melawan kesebelasan lain .
Individu yang satu memberikan pengaruh , rangsangan \ Stimulus kepada individu lainnya .
Contoh : berjabat tangan , saling menegur , bercakap – cakap \ mungkin bertengkar .
2. Interaksi antara individu dan kelompok
Bentuk interaksi antara individu dengan kelompok :
Ini menunjukkan kepentingan individu berhadapan dengan kepentingan kelompok .
Contoh: Seorang guru sedang mengajar didepan muridnya .
3. Interaksi antara kelompok dan kelompok
Ini berhubungan dengan kepentingan individu dalam kelompok lain .
Contoh : Satu Kesebelasan Sepak Bola bertanding melawan kesebelasan lain .
Faktor pendorong interaksi sosial
1. Imitasi -> suatu tindakan untuk meniru segala sesuatu yang ada pada orang lain.
2. Identifikasi -> upaya yang dilakukan seseorang untuk menjadi sama (identik) dengan orang yang ditirunya, baik dari segi gaya hidup maupun perilakunya. Proses identifikasi tidak hanya terjadi pada peniruan pola perilaku saja, tetapi juga melalui proses kejiwaan yang sangat dalam.
3. Sugesti -> rangsangan, pengaruh, atau stimulus yang diberikan seseorang kepada orang lain sedemikian rupa sehingga orang yang diberi sugesti tersebut menuruti atau melaksanakan apa yang disugestikannya tanpa berpikir lagi secara kritis dan rasional. Sugesti dapat berwujud saran, pendapat, pertanyaan, dan iklan.
4. Motivasi -> dorongan, rangsangan, pengaruh atau stimulus yang diberikan seseorang kepada orang lain sedemikian rupa sehingga orang yang diberi motivasi tersebut menuruti atau melaksanakan apa yang dimotivasikan secara kritis, rasional, dan penuh tanggung jawab.
5. Simpati -> sikap ketertarikan seseorang terhadap orang lain.
6. Empati -> sikap ketertarikan seseorang terhadap orang lain dan juga menjiwai keadaan orang lain tersebut.
2. Identifikasi -> upaya yang dilakukan seseorang untuk menjadi sama (identik) dengan orang yang ditirunya, baik dari segi gaya hidup maupun perilakunya. Proses identifikasi tidak hanya terjadi pada peniruan pola perilaku saja, tetapi juga melalui proses kejiwaan yang sangat dalam.
3. Sugesti -> rangsangan, pengaruh, atau stimulus yang diberikan seseorang kepada orang lain sedemikian rupa sehingga orang yang diberi sugesti tersebut menuruti atau melaksanakan apa yang disugestikannya tanpa berpikir lagi secara kritis dan rasional. Sugesti dapat berwujud saran, pendapat, pertanyaan, dan iklan.
4. Motivasi -> dorongan, rangsangan, pengaruh atau stimulus yang diberikan seseorang kepada orang lain sedemikian rupa sehingga orang yang diberi motivasi tersebut menuruti atau melaksanakan apa yang dimotivasikan secara kritis, rasional, dan penuh tanggung jawab.
5. Simpati -> sikap ketertarikan seseorang terhadap orang lain.
6. Empati -> sikap ketertarikan seseorang terhadap orang lain dan juga menjiwai keadaan orang lain tersebut.
Wednesday, February 13, 2013
Syarat terjadinya interaksi sosial
Menurut Soerjono Soekanto, interaksi sosial tidak mungkin terjadi tanpa adanya dua syarat, yaitu kontak sosial dan komunikasi.
- Kontak Sosial
- Kontak sosial dapat bersifat positif atau negatif. Kontak sosial positif mengarah pada suatu kerja sama, sedangkan kontak sosial negatif mengarah pada suatu pertentangan atau konflik.
- Kontak sosial dapat bersifat primer atau sekunder. Kontak sosial primer terjadi apabila para peserta interaksi bertemu muka secara langsung. Misalnya, kontak antara guru dan murid di dalam kelas, penjual dan pembeli di pasar tradisional, atau pertemuan ayah dan anak di meja makan. Sementara itu, kontak sekunder terjadi apabila interaksi berlangsung melalui suatu perantara. Misalnya, percakapan melalui telepon. Kontak sekunder dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Kontak sekunder langsung misalnya terjadi saat ketua RW mengundang ketua RT datang ke rumahnya melalui telepon. Sementara jika Ketua RW menyuruh sekretarisnya menyampaikan pesan kepada ketua RT agar datang ke rumahnya, yang terjadi adalah kontak sekunder tidak langsung.
- Komunikasi
- Komunikator, yaitu orang yang menyampaikan pesan, perasaan, atau pikiran kepada pihak lain.
- Komunikan, yaitu orang atau sekelompok orang yang dikirimi pesan, pikiran, atau perasaan.
- Pesan, yaitu sesuatu yang disampaikan oleh komunikator. Pesan dapat berupa informasi, instruksi, dan perasaan.
- Media, yaitu alat untuk menyampaikan pesan. Media komunikasi dapat berupa lisan, tulisan, gambar, dan film.
- Efek, yaitu perubahan yang diharapkan terjadi pada komunikan, setelah mendapatkan pesan dari komunikator.
- Encoding
- Penyampaian
- Decoding
Konsep Dasar (Interaksi Sosial)
Interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang terjadi secara dinamis antara perorangan dan kelompok manusia termasuk juga akibat dari hubungan tersebut. Tanpa interaksi sosial tidak akan mungkin ada sistem sosial sehingga dapat disimpulkan bajwa interaksi akan terjadi jika melibatkan minimal dua individu yang saling memberikan elemen stimulan dan respons.
Media Sosialisasi
1. Keluarga
Peran keluarga :
- membekali keimanan dan ketaqwaan
- pemahaman pada nilai dan norma sosial
Dalam lingkungan keluarga dikenal dua macam pola sosialisasi:
a. Sosialisasi represif : mengutamakan ketaatan anak kepada orang tuanya.
Cirinya:
1) menghukum perilaku yang keliru.
2) kepatuhan anak kepada orang tua
3) komunikasi sebagai perintah
4) sosialisasi berpusat pada orang tua
5) anak memperhatikan harapan orang tua
Contoh :
Pak Herman menginginkan anaknya selalu disiplin dalam hidup. Ia sering memarahi dan bahkan memukul setiap kali anaknya tidak disiplin.
b. Sosialisasi partisipati / partisipatoris : mengutamakan adanya partisipasi pada anak.
Cirinya:
1) memberi imbalan bagi perilaku baik
2) otonomi pada anak
3) komunikasi sebagai interaksi
4) sosialisasi berpusat pada anak
5) orang tua memperhatikan keinginan anak
2. Sekolah
3. Kelompok pergaulan / Teman sepermainan
Contoh sosialisasi yang bersifat otoritatif:
Dalam berinteraksi dengan teman sebaya, seorang anak secara bebas tanpa paksaan dapat menerima ataupun menolak perilaku yang baik sesuai nilai dan norma sosial.
Keterlibatan remaja dalam kasus penggunaan narkoba lebih dominan disebabkan adanya pengaruh sosialisasi dari teman sepermainan.
4. Media massa : cetak atau elektronik.
Contoh pengaruh negatif media elektronik :
Arman yang dulunya berambut hitam tiba-tiba mengubah warna rambutnya menjadi pirang. Tindakan Arman tersebut dilakukan setelah sering melihat artis idolanya di televisi yang juga berambut pirang.
Peran keluarga :
- membekali keimanan dan ketaqwaan
- pemahaman pada nilai dan norma sosial
Dalam lingkungan keluarga dikenal dua macam pola sosialisasi:
a. Sosialisasi represif : mengutamakan ketaatan anak kepada orang tuanya.
Cirinya:
1) menghukum perilaku yang keliru.
2) kepatuhan anak kepada orang tua
3) komunikasi sebagai perintah
4) sosialisasi berpusat pada orang tua
5) anak memperhatikan harapan orang tua
Contoh :
Pak Herman menginginkan anaknya selalu disiplin dalam hidup. Ia sering memarahi dan bahkan memukul setiap kali anaknya tidak disiplin.
b. Sosialisasi partisipati / partisipatoris : mengutamakan adanya partisipasi pada anak.
Cirinya:
1) memberi imbalan bagi perilaku baik
2) otonomi pada anak
3) komunikasi sebagai interaksi
4) sosialisasi berpusat pada anak
5) orang tua memperhatikan keinginan anak
2. Sekolah
3. Kelompok pergaulan / Teman sepermainan
Contoh sosialisasi yang bersifat otoritatif:
Dalam berinteraksi dengan teman sebaya, seorang anak secara bebas tanpa paksaan dapat menerima ataupun menolak perilaku yang baik sesuai nilai dan norma sosial.
Keterlibatan remaja dalam kasus penggunaan narkoba lebih dominan disebabkan adanya pengaruh sosialisasi dari teman sepermainan.
4. Media massa : cetak atau elektronik.
Contoh pengaruh negatif media elektronik :
Arman yang dulunya berambut hitam tiba-tiba mengubah warna rambutnya menjadi pirang. Tindakan Arman tersebut dilakukan setelah sering melihat artis idolanya di televisi yang juga berambut pirang.
Fungsi & Tujuan Sosialisasi
Fungsi sosialisasi : mengajarkan perilaku yang sesuai dengan norma.
Tujuan sosialisasi :
1. Seseorang mampu menjadi anggota masyarakat yang baik.
2. Seseorang dapat menyesuaikan tingkah lakunya sesuai dengan harapan masyarakat.
3. Seseorang akan lebih mengenal dirinya sendiri dalam lingkungan sosialnya.
4. Seseorang akan menyadari eksistensi dirnya terhadap masyarakat di sekelilingnya.
Tujuan sosialisasi :
1. Seseorang mampu menjadi anggota masyarakat yang baik.
2. Seseorang dapat menyesuaikan tingkah lakunya sesuai dengan harapan masyarakat.
3. Seseorang akan lebih mengenal dirinya sendiri dalam lingkungan sosialnya.
4. Seseorang akan menyadari eksistensi dirnya terhadap masyarakat di sekelilingnya.
Tahapan Sosialisasi
Faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya kepribadian seorang individu:
1. Faktor biologis
2. Faktor psikologis
3. Faktor sosiologis
(Roucek dan Warren)
Hubungan antara sosialisasi dan kepribadian:
kepribadian terbentuk karena proses sosialisasi.
Tahap-tahap sosialisasi menurut George Herbert Mead :
1. Tahap persiapan (Preparatory stage)
- Anak mulai melakukan kegiatan meniru walau tidak sempurna.
2. Tahap meniru (Play stage)
- Anak mulai belajar mengambil peranan orang-orang yang berada di sekitarnya, seperti menirukan peran seorang polisi, dokter, dan lain-lain.
-Anak belum bisa memahami isi peranan yang ditirukannya, seperti menirukan peran dokter, ia belum paham mengapa dokter memeriksa pasien.
3. Tahap siap bertindak (Game stage)
- Anak tahu peran yang harus dijalankannya.
- Anak tahu peran yang harus dijalankan oleh orang lain dengan siapa ia berinteraksi.
Contoh : seperti dalam pertandingan, anak tahu peran yang harus dijalankannya dan harapan terhadap orang-orang yang bermain bersamanya.
4. Tahap penerimaan norma kolektif (Generalized other)
- Seseorang dianggap telah dewasa, menyadari pentingnya norma, dan berperilaku sesuai dengan norma masyarakat.
1. Faktor biologis
2. Faktor psikologis
3. Faktor sosiologis
(Roucek dan Warren)
Hubungan antara sosialisasi dan kepribadian:
kepribadian terbentuk karena proses sosialisasi.
Tahap-tahap sosialisasi menurut George Herbert Mead :
1. Tahap persiapan (Preparatory stage)
- Anak mulai melakukan kegiatan meniru walau tidak sempurna.
2. Tahap meniru (Play stage)
- Anak mulai belajar mengambil peranan orang-orang yang berada di sekitarnya, seperti menirukan peran seorang polisi, dokter, dan lain-lain.
-Anak belum bisa memahami isi peranan yang ditirukannya, seperti menirukan peran dokter, ia belum paham mengapa dokter memeriksa pasien.
3. Tahap siap bertindak (Game stage)
- Anak tahu peran yang harus dijalankannya.
- Anak tahu peran yang harus dijalankan oleh orang lain dengan siapa ia berinteraksi.
Contoh : seperti dalam pertandingan, anak tahu peran yang harus dijalankannya dan harapan terhadap orang-orang yang bermain bersamanya.
4. Tahap penerimaan norma kolektif (Generalized other)
- Seseorang dianggap telah dewasa, menyadari pentingnya norma, dan berperilaku sesuai dengan norma masyarakat.
Keteraturan Sosial
PENGERTIAN
Keteraturan sosial
adalah suatu kondisi yang menunjukkan hubungan sosial berjalan secara
tertib dan teratur menurut nilai dan norma yang berlaku dalam
masyarakat. Keteraturan sosial akan terwujud apabila interaksi dalam
masyarakat berjalan sesuai nilai dan norma yang berlaku.
TAHAP-TAHAP
KETERATURAN SOSIAL
Keteraturan
sosial berjalan menurut tahap-tahap sebagai berikut :
- Order, yaitu tatanan nilai dan norma yang diakui serta ditaati oleh masyarakat.
- Keajegan, yaitu suatu kondisi keteraturan yang berlangsung tetap dan terus-menerus.
- Pola, yaitu gambaran atau bentuk umum dari suatu interaksi dalam masyarakat yang menjadi contoh bagi masyarakat.
- Tertib sosial, yaitu keselarasan tindakan masyarakat dengan nilai dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat.
SYARAT
TERCIPTANYA KETERATURAN SOSIAL
Terdapat
tiga persyaratan yang mendasari terciptanya keteraturan sosial dalam
masyarakat, yaitu :
- Adanya kesadaran warga masyarakat tentang pentingnya menciptakan keteraturan.
- Adanya norma sosial yang sesuai dengan kebutuhan serta peradaban manusia.
- Adanya aparat penegak hukum yang konsisten dalam menjalankan tugas, fungsi, dan wewenangnya.
Fungsi Nilai / Norma Sosial
Fungsi nilai sosial :
1. Dapat menyumbangkan seperangkat alat untuk menetapkan "harga" sosial dari suatu kelompok.
2. Dapat mengarahkan masyarakat dalam berpikir dan bertingkah laku.
3. Sebagai penentu terakhir manusia dalam memenuhi peranan-peranan sosial. Nilai sosial dapat memotivasi seseorang untuk mewujudkan harapan sesuai dengan peranannya.
4. Sebagai alat solidaritas di kalangan anggota kelompok.
5. Sebagai alat pengawas perilaku manusia.
Fungsi norma sosial :
1. Sebagai pedoman atau patokan perilaku dalam masyarakat
2. Merupakan wujud konkret dari nilai-nilai yang ada di masyarakat
3. Suatu standar atau skala dari berbagai kategori tingkah laku suatu masyarakat
1. Dapat menyumbangkan seperangkat alat untuk menetapkan "harga" sosial dari suatu kelompok.
2. Dapat mengarahkan masyarakat dalam berpikir dan bertingkah laku.
3. Sebagai penentu terakhir manusia dalam memenuhi peranan-peranan sosial. Nilai sosial dapat memotivasi seseorang untuk mewujudkan harapan sesuai dengan peranannya.
4. Sebagai alat solidaritas di kalangan anggota kelompok.
5. Sebagai alat pengawas perilaku manusia.
Fungsi norma sosial :
1. Sebagai pedoman atau patokan perilaku dalam masyarakat
2. Merupakan wujud konkret dari nilai-nilai yang ada di masyarakat
3. Suatu standar atau skala dari berbagai kategori tingkah laku suatu masyarakat
Jenis Nilai & Norma Sosial
Bentuk-bentuk nilai :
1. Pemikiran
2. Perilaku
3. Benda
Jenis - jenis nilai :
1. Nilai dominan : nilai yang dianggap lebih penting dibandingkan nilai lainnya.
Contoh :
- bagi umat Islam mengerjakan ibadah wajib lebih tinggi kedudukannya dari mengerjakan ibadah sunnah
- menghormati orang tua lebih utama dari menghormati orang lain
2. Nilai yang mendarah daging (internalized value) : nilai yang telah menjadi kepribadian.
Biasanya nilai ini telah tersosialisasi sejak seorang masih kecil dan apabila ia tidak melakukannya ia akan merasa bersalah.
Contoh :
- makan dengan tangan kanan
- berpamitan kepada orang tua bila bepergian
Jenis-jenis nilai menurut Prof. Dr. Notonegoro :
1. Nilai material : nilai yang berguna bagi jasmani manusia.
Contoh nilai material :
- makanan
-minuman
- pakaian
2. Nilai kerohanian : nilai yang berguna bagi rohani manusia.
Contoh nilai kerohanian :
- berdzikir, mengingat Allah
- membaca Al Qur'an
- sholat
3. Nilai vital : nilai yang berguna bagi manusia dalam melaksanakan aktivitas. Nilai vital terbagi menjadi 3:
- Nilai kebenaran -> bersumber pada akal
- Nilai keindahan -> bersumber pada unsur perasaan
- Nilai moral -> bersumber pada unsur kehendak
- Nilai keagamaan -> bersumber pada wahyu Tuhan
Contoh nilai vital :
- kalkulator bagi bendahara kelas
- buku paket bagi siswa saat belajar
- motor bagi tukang ojek
Jenis-jenis norma berdasarkan daya ikatnya/sanksi yang diberikan :
1. Cara (usage)
Contoh : cara makan, tidak mengeluarkan bunyi
Sanksi bila melanggar : dianggap tidak sopan.
2. Kebiasaan (folkways) - dilakukan berulang-ulang
Contoh :
- Mengucapkan salam ketika bertamu
- Menganggukkan kepala sebagai tanda hormat kepada orang lain
- Membuang sampah pada tempatnya
Sanksi bila tidak melakukan : dianggap sebagai penyimpangan.
3. Tata kelakuan (mores)
Contoh : larangan membunuh, memperkosa.
4. Adat (custom)
Contoh : larangan menguburkan jenazah di Bali dan larangan merusak hutan pada suku Kajang Tana Toa di Sulawesi Selatan, sanksinya dikucilkan.
5. Hukum (law) : aturan yang dirumuskan secara tertulis (& sanksi juga dirumuskan secara tertulis).
Contoh : aturan lalu lintas
Macam-macam norma dalam masyarakat :
Norma kesopanan : norma yang bersumber dari aturan tingkah laku yang berlaku di masyarakat.
Contoh :
- tidak meludah sembarangan
- tidak meletakkan kaki di atas meja.
- tidak berkata kasar pada guru
Norma kesusilaan
Contoh :
- tidak boleh menggoda wanita
- suami istri tidak bermesraan di tempat umum
Norma agama
Contoh : mendirikan shalat
- Fungsi norma agama bagi kehidupan masyarakat : menjaga solidaritas masyarakat beragama
Norma kebiasaan
Contoh : bersalaman ketika bertemu
Norma hukum
Contoh : warga masyarakat yang sudah berusia 17 tahun wajib memiliki KTP (Kartu Tanda Penduduk).
1. Pemikiran
2. Perilaku
3. Benda
Jenis - jenis nilai :
1. Nilai dominan : nilai yang dianggap lebih penting dibandingkan nilai lainnya.
Contoh :
- bagi umat Islam mengerjakan ibadah wajib lebih tinggi kedudukannya dari mengerjakan ibadah sunnah
- menghormati orang tua lebih utama dari menghormati orang lain
2. Nilai yang mendarah daging (internalized value) : nilai yang telah menjadi kepribadian.
Biasanya nilai ini telah tersosialisasi sejak seorang masih kecil dan apabila ia tidak melakukannya ia akan merasa bersalah.
Contoh :
- makan dengan tangan kanan
- berpamitan kepada orang tua bila bepergian
Jenis-jenis nilai menurut Prof. Dr. Notonegoro :
1. Nilai material : nilai yang berguna bagi jasmani manusia.
Contoh nilai material :
- makanan
-minuman
- pakaian
2. Nilai kerohanian : nilai yang berguna bagi rohani manusia.
Contoh nilai kerohanian :
- berdzikir, mengingat Allah
- membaca Al Qur'an
- sholat
3. Nilai vital : nilai yang berguna bagi manusia dalam melaksanakan aktivitas. Nilai vital terbagi menjadi 3:
- Nilai kebenaran -> bersumber pada akal
- Nilai keindahan -> bersumber pada unsur perasaan
- Nilai moral -> bersumber pada unsur kehendak
- Nilai keagamaan -> bersumber pada wahyu Tuhan
Contoh nilai vital :
- kalkulator bagi bendahara kelas
- buku paket bagi siswa saat belajar
- motor bagi tukang ojek
Jenis-jenis norma berdasarkan daya ikatnya/sanksi yang diberikan :
1. Cara (usage)
Contoh : cara makan, tidak mengeluarkan bunyi
Sanksi bila melanggar : dianggap tidak sopan.
2. Kebiasaan (folkways) - dilakukan berulang-ulang
Contoh :
- Mengucapkan salam ketika bertamu
- Menganggukkan kepala sebagai tanda hormat kepada orang lain
- Membuang sampah pada tempatnya
Sanksi bila tidak melakukan : dianggap sebagai penyimpangan.
3. Tata kelakuan (mores)
Contoh : larangan membunuh, memperkosa.
4. Adat (custom)
Contoh : larangan menguburkan jenazah di Bali dan larangan merusak hutan pada suku Kajang Tana Toa di Sulawesi Selatan, sanksinya dikucilkan.
5. Hukum (law) : aturan yang dirumuskan secara tertulis (& sanksi juga dirumuskan secara tertulis).
Contoh : aturan lalu lintas
Macam-macam norma dalam masyarakat :
Norma kesopanan : norma yang bersumber dari aturan tingkah laku yang berlaku di masyarakat.
Contoh :
- tidak meludah sembarangan
- tidak meletakkan kaki di atas meja.
- tidak berkata kasar pada guru
Norma kesusilaan
Contoh :
- tidak boleh menggoda wanita
- suami istri tidak bermesraan di tempat umum
Norma agama
Contoh : mendirikan shalat
- Fungsi norma agama bagi kehidupan masyarakat : menjaga solidaritas masyarakat beragama
Norma kebiasaan
Contoh : bersalaman ketika bertemu
Norma hukum
Contoh : warga masyarakat yang sudah berusia 17 tahun wajib memiliki KTP (Kartu Tanda Penduduk).
Konsep Dasar (Norma & Nilai)
Pengertian nilai sosial : segala sesuatu yang dianggap berharga oleh masyarakat atau anggapan masyarakat tentang sesuatu yang diharapkan, indah, dan benar - keberadaan nilai bersifat abstrak dan ideal.
Pengertian norma sosial : aturan berperilaku dalam masyarakat.
Pengertian sosialisasi : suatu proses anggota masyarakat mempelajari norma-norma dan nilai-nilai sosial dimana ia menjadi anggota.
(Soerjono Soekanto)
Pengertian norma sosial : aturan berperilaku dalam masyarakat.
Pengertian sosialisasi : suatu proses anggota masyarakat mempelajari norma-norma dan nilai-nilai sosial dimana ia menjadi anggota.
(Soerjono Soekanto)
Pemecahan Masalah Sosial
Masalah sosial -> ketidaksesuaian antara unsur-unsur sosial yang membahayakan kehidupan masyarakat. Masalah sosial timbul dari kekurangan-kekurangan dalam diri manusia atau kelompok sosial yang bersumber pada faktor-faktor berikut.
1. Ekonomis, misalnya kemiskinan & pengangguran
2. Biologis, misalnya penyakit menular
3. Psikologis, misalnya penyakit syaraf, bunuh diri, & disorganisasi jiwa
4. Kebudayaan, misalnya kejahatan, perceraian, kenakalan remaja, konflik etnis & konflik agama
Sosiologi menyelidiki persoalan-persoalan umum dalam masyarakat dengan maksud untuk menemukan dan menafsirkan kenyataan-kenyataan kehidupan kemasyarakatan. Jadi, diperlukan suatu kerja sama antar ilmu pengetahuan kemasyarakatan pada khususnya untuk memcahkan masalah-masalah sosial yang dihadapai (secara interdisipliner).
1. Ekonomis, misalnya kemiskinan & pengangguran
2. Biologis, misalnya penyakit menular
3. Psikologis, misalnya penyakit syaraf, bunuh diri, & disorganisasi jiwa
4. Kebudayaan, misalnya kejahatan, perceraian, kenakalan remaja, konflik etnis & konflik agama
Sosiologi menyelidiki persoalan-persoalan umum dalam masyarakat dengan maksud untuk menemukan dan menafsirkan kenyataan-kenyataan kehidupan kemasyarakatan. Jadi, diperlukan suatu kerja sama antar ilmu pengetahuan kemasyarakatan pada khususnya untuk memcahkan masalah-masalah sosial yang dihadapai (secara interdisipliner).
Tuesday, February 12, 2013
Ciri - Ciri Ilmu Sosiologi
Sosiologi merupakan salah satu bidang ilmu sosial yang mempelajari masyarakat.
Sosiologi sebagai ilmu telah memenuhi semua unsur ilmu pengetahuan.
Menurut Harry M. Johnson, yang dikutip oleh Soerjono Soekanto, sosiologi
sebagai ilmu mempunyai ciri-ciri, sebagai berikut.
- Empiris, yaitu didasarkan pada observasi (pengamatan) dan akal sehat yang hasilnya tidak bersifat spekulasi (menduga-duga).
- Teoritis, yaitu selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi yang konkret di lapangan, dan abstraksi tersebut merupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis dan bertujuan menjalankan hubungan sebab akibat sehingga menjadi teori.
- Komulatif, yaitu disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada, kemudian diperbaiki, diperluas sehingga memperkuat teori-teori yang lama.
- Nonetis, yaitu pembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan baik atau buruk masalah tersebut, tetapi lebih bertujuan untuk menjelaskan masalah tersebut secara mendalam.
Metode - Metode Sosiologi
1. Metode Statistik
Metode ini banyak dipakai untuk menunjukkan hubungan atau pengaruh kausalitas serta memperkecil prasangka pribadi atau sepihak. Penerapan metode ini yang paling sederhana adalah teknik enumerasi (penghitungan). Jawaban pertanyaan responden disusun dalam bentuk tabel sehingga diketahui hasilnya secara kuantitatif.
2. Metode Eksperimen (Percobaan)
Metode eksperimen dilakukan terhadap dua kelompok. Kelompok pertama merupakan kelompok eksperimen, sedangkan kelompok kedua sebagai kelompok kontrol. Metode ini membandingkan hasil percobaan kedua kelompok tersebut. Ada dua macam metode eksperimen, yaitu eksperimen laboratorium dan eksperimen lapangan.
3. Metode Induktif dan Deduktif
Metode induktif adalah metode yang digunakan untuk memperoleh kaidah umum dengan memperlajari gejala yang khusus sedangkan metode deduktif sebaliknya.
4. Metode Studi Kasus
Metode ini digunakan untuk meneliti kebenaran peristiwa-peristiwa tertentu.
5. Metode Survei Lapangan
Metode ini digunakan untuk memperoleh data yang hanya ada pada kehidupan masyarakat secara langsung. Data diperoleh melalui angket, wawancara, ataupun observasi secara langsung.
6. Metode Partisipasi
Metode ini digunakan untuk mengadakan penelitian mendalam tentang kehidupan suatu kelompok. Peneliti berbaur dalam kehidupan kelompok sambil melakukan pengamatan atau kegiatan penelitiannya tanpa mengungkapkan identitas sebagai peneliti.
7. Metode Empiris dan Rasionalitas
Metode empiris -> menyandarkan pada fakta yang ada dalam masyarakat melalui penelitian.
Metode rasionalitas -> mengutamakan pemikiran sehat untuk mencapai pengertian tentang masalah kemasyarakatan.
8. Metode Fungsionalisme
Metode ini bertujuan untuk meneliti kegunaan lembaga-lembaga kemasyarakatan dan struktur sosial dalam masyarakat.
9. Metode Studi Pustaka
Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan mengambil data atau keterangan dari buku-buku literatur di perpustakaan.
Metode ini banyak dipakai untuk menunjukkan hubungan atau pengaruh kausalitas serta memperkecil prasangka pribadi atau sepihak. Penerapan metode ini yang paling sederhana adalah teknik enumerasi (penghitungan). Jawaban pertanyaan responden disusun dalam bentuk tabel sehingga diketahui hasilnya secara kuantitatif.
2. Metode Eksperimen (Percobaan)
Metode eksperimen dilakukan terhadap dua kelompok. Kelompok pertama merupakan kelompok eksperimen, sedangkan kelompok kedua sebagai kelompok kontrol. Metode ini membandingkan hasil percobaan kedua kelompok tersebut. Ada dua macam metode eksperimen, yaitu eksperimen laboratorium dan eksperimen lapangan.
3. Metode Induktif dan Deduktif
Metode induktif adalah metode yang digunakan untuk memperoleh kaidah umum dengan memperlajari gejala yang khusus sedangkan metode deduktif sebaliknya.
4. Metode Studi Kasus
Metode ini digunakan untuk meneliti kebenaran peristiwa-peristiwa tertentu.
5. Metode Survei Lapangan
Metode ini digunakan untuk memperoleh data yang hanya ada pada kehidupan masyarakat secara langsung. Data diperoleh melalui angket, wawancara, ataupun observasi secara langsung.
6. Metode Partisipasi
Metode ini digunakan untuk mengadakan penelitian mendalam tentang kehidupan suatu kelompok. Peneliti berbaur dalam kehidupan kelompok sambil melakukan pengamatan atau kegiatan penelitiannya tanpa mengungkapkan identitas sebagai peneliti.
7. Metode Empiris dan Rasionalitas
Metode empiris -> menyandarkan pada fakta yang ada dalam masyarakat melalui penelitian.
Metode rasionalitas -> mengutamakan pemikiran sehat untuk mencapai pengertian tentang masalah kemasyarakatan.
8. Metode Fungsionalisme
Metode ini bertujuan untuk meneliti kegunaan lembaga-lembaga kemasyarakatan dan struktur sosial dalam masyarakat.
9. Metode Studi Pustaka
Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan mengambil data atau keterangan dari buku-buku literatur di perpustakaan.
Fungsi / Kegunaan Sosiologi
Kegunaan Sosiologi dalam masyarakat,antara lain:
- Untuk pembangunan
- Untuk penelitian
Konsep Dasar Sosiologi
Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan, teman sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. Ungkapan ini dipublikasikan diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul "Cours De Philosophie Positive" karangan August Comte (1798-1857). Walaupun banyak definisi tentang sosiologi namun umumnya sosiologi dikenal sebagai ilmu pengetahuan tentang masyarakat.
Masyarakat adalah sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan memiliki budaya. Sosiologi hendak mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya. Sebagai sebuah ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara kritis oleh orang lain atau umum.
Kelompok tersebut mencakup keluarga, suku bangsa, negara, dan berbagai organisasi politik, ekonomi, sosial.
Masyarakat adalah sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan memiliki budaya. Sosiologi hendak mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya. Sebagai sebuah ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara kritis oleh orang lain atau umum.
Kelompok tersebut mencakup keluarga, suku bangsa, negara, dan berbagai organisasi politik, ekonomi, sosial.
Objek Kajian Sosiologi
Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan mempunyai beberapa objek.
- Objek Material
- Objek Formal
- Objek budaya
- Objek Agama